Quote

Advertisements

Every Newlywed Couple Should Know

Apa sih yang pasangan baru perlu tahu?

Pertama : Kartu Keluarga

Setelah menikah, tentunya kita harus tercatat di KUA dong ya. Step berikutnya, kita perlu membuat kartu keluarga. Apakah kita dan pasangan sudah satu domisili?

Kasus yang saya alami, sebelumnya saya tinggal di Lembang, Bandung Barat. Lalu saya akan mengikuti alamat suami di Antapani, Kota Bandung. Maka saya perlu mengurus surat keterangan pindah domisili terlebih dahulu. Syarat yang diperlukan adalah :

  1. Buat surat pengantar pindah domisili dari RT, RW
  2. Bawa surat pengantar pindah ke kantor kelurahan, disertai fotokopi KTP dan KK orang tua yang tercantum nama kita. Nanti kita akan diminta menulis alamat baru tempat kita akan pindah. 
  3. Bawa fotokopi KTP, fotokopi KK,  dan surat pindah dari kelurahan, untuk ditandatangan dan dicap di kecamatan –> fotokopi –> berikan lembar fotokopi ke petugas kecamatan.
  4. Surat keterangan pindah yang asli akan dibawa ke Dukcapil tenpat kita tinggal.  Dari Dukcapil kita akan mendapatkan surat keterangan pindah.
  5. Selanjutnya, saya mengurus kartu keluarga dan KTP di domisili baru.  

.

Kedua : Asuransi 

Apakah kantor suami mencover biaya kesehatan istri? Kalau Ya, segera tanyakan kelengkapan apa yang diperlukan? Sebagai WNI, untuk jaga-jaga, penting juga memiliki asuransi BPJS.  Setelah menikah, kita dan suami akan keluar dari pembiayaan yang sebelumnya dibayar orang tua atau instansi tempat orang tua bekerja. Syarat apa saja yang diperlukan agar suami dan istri dapat menjadi anggota BPJS dengan satu virtual account?

  1. Fotokopi KK
  2. Fotokopi KTP istri dan suami
  3. Foto suami dan istri ukuran 3×4 
  4. Fotokopi surat nikah (jaga-jaga)
  5. Kartu BPJS suami dan istri sebelumnya (bila sudah punya)
  6. Fotokopi buku tabungan bank mandiri/BRI  (bisa punya istri atau suami)  

Nanti berkasnya akan dibawa ke kantor BPJS setempat.  Di sana kita akan mengisi formulir BPJS.  Setelah itu, akan ada nomor virtual untuk pembayaran pertama.  Nanti bukti pembayaran dapat digunakan untuk mencetak kartu BPJS yang baru.

.

Ketiga : BPJS Bayi di Dalam Kandungan 

BPJS untuk bayi ini, penting dibuat untuk jaga-jaga bila saat lahir bayi memerlukan perawatan. Kita dapat membuat BPJS bayi di dalam kandungan sejak usia kehamilan 7 bulan.  Adapun syarat yang diperlukan adalah:

Saat mendaftar, kita akan mendapatkan nomor virtual account untuk calon bayi. Saat bayi lahir, kita akan membayar tagihan pertama. Setelah itu, kartu bpjs bayi telah aktif. 

Perubahan data bayi harus dilakukan paling lambat sampai 3 bulan sejak bayi dilahirkan dengan membawa persyaratan:

  1. Kartu BPJS bayi sebelumnya
  2. KK terbaru yang sudah menyertakan data bayi
  3. Buku tabungan (BRI/BNI/BTN/Mandiri) jika bayi ingin mengambil perawatan kelas I/II. Bayi harus mengambil kelas yang sama dengan orang tua.  
  4. Bayi tidak harus melampirkan foto. 

.

Keempat : KK Baru (Setelah  Bayi Lahir) 

PR ya, perasaan KK baru saja jadi. Tapi kita sudah harus buat baru lagi. ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฉ Berkas ini perlu diurus kenapa? Karena KK baru yang sudah ditambah dengan nama buah hati kita, diperlukan untuk membuat akta kelahiran dan juga memperbaharui data BPJS bayi. Weleh-weleh!

Jaga-jaga, persiapan apa yang diperlukan untuk membuat KK baru? 

  1. Surat pengantar dari RT/RW.
  2. Kartu keluarga sebelumnya 
  3. Surat keterangan kelahiran putra/putri, yang akan menjadi anggota keluarga baru di dalam kartu keluarga.
  4. Selanjutnya berkas akan dibawa ke kelurahan dan kecamatan setempat.

Kelima : Membuat Akta Kelahiran

Syarat membuat akte kelahiran ini berbeda-beda di setiap tempatnya. Syarat yang diperlukan untuk membuat akte di Dukcapil Kota Bandung adalah:

Sungguh melelahkan sekali ya. Tapi bila tidak diurus, akan banyak kebutuhan yang terhambat. Selamat mencicil berkas-berkas administrasi yang diperlukan! 

.

.

.

 

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day21

Hunting Perlengkapan Baby

Setelah sebelumnya belanja keperluan Kakak dibantu Mama, pritilan lainnya dicari saat suami cuti. Belanja untuk baby itu tidak ada habisnya ya. Saya pikir ini lebih parah dari belanja seserahan.  ๐Ÿ˜‚ Padahal saya baru membeli barang primer saja, yang additional belum. Ini adalah contoh list belanjaan yang saya buat bersama dengan misua tersayang:

Beberapa lokasi tempat saya belanja keperluan bayi adalah:

  • Toko perlengkapan bayi di Pasar Baru (kain bedong, baju kutung, baju panjang, popok kain) 
  • Toko bayi Sri Ratu, Lembang (Kain bedong, baju kutung, baju panjang, topi, sarung kaki dan tangan, samping, sarung, dress, selimut topi tebal) 
  • Yens Baby Shop, Setiabudhi (Bak mandi, tas perlengkapan bayi, celana panjang, jumpsuit, selimut tipis, kain bedong, sisir bayi dan tempat bedak, keperluan mandi bayi, handuk mikrofiber, dot avent classic, sikat botol)
  • Yens Baby Shop, Lembang (avent breast pad washable, pigeont breast pad disposable, gendongan baba sling, botol asip BKA,  kacamata jemur kain) 
  • Lavie Baby Shop (Mustela double action)
  • Borma (ember tutup, rigen, tempat sampah plastik, tempat cucian tutup, jepitan baju, jemuran gantung, sleek sabun cuci botol, detergen daia, pewangi downy, cotton bud, wadah container kecil, lemari plastik excel, pampers newborn, tissue basah bayi, tissue paseo baby, pembalut malam extra long)
  • Online, spectra store (breast pump spectra 9+)

Karena saya sudah lelah apalagi suami ya, yang waktu liburnya hampir setiap hari dipakai untuk hunting keperluan Kakak, jadinya kami menyudahi kegiatan belanja-belanja. Hari terakhir suami cuti kami gunakan untuk lenjeh-lenjeh, cuddling, dan banyak bobo siang. Sisa keperluan rencananya akan saya beli online. Kalau ada yang tidak terbeli, nanti dibeli suami saat saya sudah lahiran saja. 

Keperluan yang belum saya punya adalah:

1. Kulkas 2 pintu

2. Sterilizer

3. Box bayi

4. Cooler bag

5. Stok ice gel

6. Stroller dan car seat

7. Baby bouncer

8. Bra menyusui

9. Piyama panjang kancing depan 

Suami pasrah sekali melihat kamar kami yang begitu sempit dipenuhi keperluan bayi. Hihi. Tapi kata beliau, setiap anak membawa rizkinya sendiri. Kakak belum lahir saja keperluannya sudah begitu lengkap.  Kalau ditotal, kira-kira belanjaan Kakak menghabiskan:

5xx + 1,5 jt + 600 + 4xx + 2jt + 1jt + 450k

Mantap sekali ya, padahal saya belum beli kulkas dll. Oh iya, belanja di Pasar Baru dan toko bayi yang tidak terkenal sangat membantu memangkas budget. Terbayang kalau semua perlengkapan baby dibeli di Yens, Lavie, atau baby shop ternama. Kemarin pakaian Kakak saya beli sebagian di yens dan toko grosir. Karena katanya baby cepat sekali besar, jadi pakaiannya tidak akan terpakai lama.  

Semoga ada rizki untuk Kakak yaa.  PR bundanya masih banyak sekali Kak! Bunda masih harus cuci steril perlengkapan dan prewash baju-baju Kakak.  Semoga semua sempat dikerjaan sebelum Kakak lahir ya.  Can’t wait to see you Baby Hui!  ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

#preggostory #35weeksday3ofpregnancy

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day20

What a Happy Week!

Alhamdulillah Misua tercinta cuti, setelah 7 minggu di Lolak. Mendekati persalinan ini saya menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal saat Ia cuti.  Jadilah saya ngintil kemana-mana.
Begitu banyak agenda penting yang ditunda, menunggu kedatangan suami agar saya ada yang mengantar dan mengawal.  Hehe. Maklum, saya sudah kesulitan berjalan dan sering merasa pusing hampir tumbang. ๐Ÿ˜† Jadilah apa-apa nanti bareng Aa.

Senang sekali karena suami pulang lebih cepat. Tujuh minggu ditinggal kali ini rasanya lebih berat karena tingkat kebaperan meningkat saat trimester akhir kehamilan. Ba’da Subuh suami berangkat dari Manado, malamnya sudah di Lembang. Alhamdulillah.. Alhamdulillah. Terharu dengan pengorbanan beliau.

Begitu suami pulang, agenda yang sulit pun tidak lagi mustahil dilakukan.  Walau masih sering kontraksi, tapi saya ingin sekali menjenguk Mbak Sel yang melahirkan.  Alhamdulillah Lembang-Pasir Salam pun bisa ditempuh. Pulangnya, list perlengkapan Kakak menanti. Kami kemudian belanja ke Yens Setiabudhi.  

Belanja itu ternyata perlu fisik yang prima ya, kalau dilakukan saat hamil.  Jadilah rasanya belanja kali ini berlalu tapi hanya sedikit list yang terpenuhi.  Mungkin karena kami sudah lelah sebelumnya. Akhirnya belanja di Yens diakhiri segera karena suami sudah cemberut. ๐Ÿ˜‚ Kami pun makan di Eatalia Setiabudhi.  Pizza dan jusnya membuat kami jadi happy.  Oh jadi tadi rungsing karena lapar?  ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Syukurlah di Yens Setiabudhi kami bisa menambah beberapa jumpsuit dan celana untuk Kakak. Ada pula kain bedong motif salur yang warnanya sangat lucu. Breast pump incaran pun ternyata sudah sold out. Kami pun mencari dot untuk pemberian ASIP Kakak.  Sempat ragu dengan comotomo yang hits tapi mahal, akhirnya kami membeli satu buah dot Avent wideneck.  Coba dulu satu dot, kalau cocok atau tidak kami bisa beli lagi. 

Belanja dan Belanja

Sabar ya, Yang. Keperluan Kakak memang banyak! ๐Ÿ˜…

Keesokan harinya kami belanja perlengkapan seperti lemari plastik untuk bayi, tempat cucian, ember, gantungan pakaian, tissue bayi sampai pampers untuk dibawa nanti ke rumah sakit, dll. Kami belanja besar. Saking banyaknya kami sampai perlu dua troli besar . Rasa lemas pun saya hajar agar keperluan Kakak bisa segera rampung. Saat pusing saya bertumpu pada pegangan troli.  ๐Ÿ˜† 

Kami juga membeli kekurangan perlengkapan menyusui di Yens Borma. Maklum, saat di Setiabudhi pilihan terlalu banyak. Jadinya saya banyak membuang waktu dengan cuci mata, dan kesabaran suami pun mencapai batasnya.  Hahaha. Di yens kami membeli breast pad, gendongan bayi, botol ASI, dan kacamata jemur untuk Kakak bayi.  Karena belanjaan kami hari itu heboh, titipan belanjaan di Yens pun tertinggal. Hehe. 

Nongkrong Cantik

Lama sekali tidak ngopi-ngopi dan nongkrong setelah hamil besar.  Syukurlah di Lembang ada Imah Kopi.  Setelah belanja di Borma kami pergi ke sana. Tadinya ingin nongkrong di Dago saat hari Senin. Tapi jalanan macet dan cuaca sangat mendung. Ngidam minum kopi enak pun tercapai. Terima kasih banyak suamiku.  ๐Ÿ˜˜

Suami memesan hot latte dan waffle. Saya sendiri memesan cold macchiato dan chicken snitzel.  Sebenarnya di sana banyak pastry yang menarik. Mungkin next time wajib dicoba.

Administrasi oh Administrasi

Keperluan administrasi ini memerlukan kesabaran sekali ya. Libur suami yang singkat harus diisi sebagian dengan urusan administrasi.  Karena saya ingin ngintil, akhirnya saya ikut ke kecamatan untuk mengambil KK dan kartu KTP sementara.  Ceritanya sekarang saya pindah jadi orang Antapani. Tapi hati tetap orang Lembang. ๐Ÿ˜†

Kartu keluarga ini nantinya diperlukan untuk membuat kartu BPJS Kakak dan juga akte kelahiran nantinya. Rebek sekali ya? Setelah urusan administrasi selesai kami memutuskan untuk beristirahat di rumah. Apalagi jalan ke rumah saya sedang diperbaiki, jadi aksesnya jauh karena harus memutar lewat Imah Seniman. 

Senangnya Dimanja dan Diperhatikan Suami

Hamil ini senangnya karena bisa dimanja suami. Yeay!!  Apalagi karena saya terlalu berat, saya kesulitan berjalan.  Bangun untuk berdiri saya juga kerepotan. Kalau tidur ingin berubah posisi juga tidak bisa sekaligus. Suami yang ganteng alhamdulillah dengan sabar membantu saya yang seperti nene-nene ini.

Karena suami sedang pulang, alhamdulillah saat kontrol saya bisa didampingi beliau. Ia menemani saya saat berdiskusi dengan dokter mengenai opsi persalinan. Lalu mendadak setelah cek lab jumlah Hb saya drop, sel darah merahnya mikrositik hipokromik.

Saya kira saya sering pusing karena gangguan peredaran darah dari kaki ke jantung.  Tapi ternyata saya ada anemia juga. Hipotesis saya mengarah ke anemia defisiensi besi.  Oemji kenapa menjelang lahiran baru tahu kalau Hb drop?

Suami sampai shock saat Mama bilang kalau ada sesuatu saya harus caesar dalam 2-3 minggu. Nampaknya Baby Hui sudah tidak sabar ingin bertemu teman-temannya ya? Kalau sudah Tiga kilo boleh ya, Sayang!  ๐Ÿ˜˜ 

Saya cukup degdegan saat mendengar kata SC. Jadilah walau sering pusing saya memutuskan untuk belanja sisa keperluan Kakak Bayi. Tak lupa saya membeli kain samping dan sarung untuk lahiran. Pada battle terakhir ini saya merasa pusing saat di tengah belanja. Syukurlah suami sigap menyuruh saya duduk dan menunggu Ia membawa mobil dari parkiran.

More Than Words

Tadinya saya berniat membuatkan french toast saat suami pulang.  Tapi karena saya baru bisa tidur jam 2 pagi, akhirnya malah pagi-pagi suami yang berkreasi di dapur dan membuatkan saya french toast. Suami gue jago ngets! Unchh :* 

Suami saya orangnya sangat inisiatif. Ia mengerti saat saya tidak bisa melayani beliau. Orangnya begitu sweet sampai sering kali menawarkan diri untuk memasak untuk meringankan beban saya. Alhamdulillah. Suami begitu royal untuk menunjukkan kasih sayangnya. 

Suami juga sempat membuatkan saya nasi goreng kornet boncabe.  Enaaakk!! Rasanya happy sekali menemukan bakat memasak suami. Ia cepat sekali menangkap resep dan cara memasak sebuah makanan.  Kalau masalah rasa pasti perlu waktu untuk terbiasa kan.

Di hari terakhir cuti suami, saya membekali suami cara membuat seblak dengan bumbu nasi goreng pedas seperti di iklan.  Hihi.  Katanya di Manado belum ada seblak.  Lumayan ya untuk oleh-oleh. Tak lupa saya membekali kencur, bumbu nasi goreng, aneka kerupuk mentah dan makaroni.  ๐Ÿ˜‚ Maaf ya yang istrinya ga jelas banget. Sebuah kebahagiaan bagi saya bisa menggali bakat terpendam suami.  Hihi. 

Sayonara

Akhirnya suami tersayang harus kembali bekerja karena gaji satu bulan habis dipakai kontrol ke dokter dan belanja keperluan Kakak.  Hahahah. Semoga kerjaannya lancar ya, Yang! Semoga sehat selalu dan dilindungi oleh Allah.

Seminggu rasanya sebentar, suami sudah harus pergi. Semoga kali ini terasa singkat karena suami akan pulang ketika saya melahirkan nanti. Rasanya nano-nano karena sebentar lagi melahirkan.  Di satu sisi bahagia karena suami bisa pulang lebih cepat.

Saling mendoakan ya! Icha dan Kakak menantimu, Ayah!  ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day19

Berkata Baik, Tepati Janji, atau Diamย 

Sabda Rasulullah SAW:

“Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat.”

Sering kali kita sering bersinggungan dengan orang yang pandai berbicara. Ucapannya hanya sebatas tenggorokan. Tidak ada realisasi, padahal kata-katanya manis dan santun.

Seseorang yang memiliki ilmu dan seni berkomunikasi, tentu bisa merangkai kata-kata yang manis dan indah. Bahasa yang cenderung normatif ini, bila tidak disertai dengan tindakan tentu tidak jauh berbeda dengan sebuah kebohongan. Sederhananya, lebih baik diam daripada kita tidak bisa menepati apa yang diucapkan? 

Saya jadi ingat, tentang teman yang saya kira lebay.  Ia tiba-tiba mengajak saya pergi ke tempat wisata karena sudah berjanji ingin mengajak saya pergi ke sana. Entah kapan Ia berjanji? Rasanya saya sudah tidak ingat. 

Sekarang saya sadar bahwa Ia sedang memenuhi ucapannya. Kalaupun sebuah janji tidak bisa direalisasikan, setidaknya konfirmasilah. Jadi orang lain tidak berharap lebih dan menunggu.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, 

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู’ู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุช

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah Ia berkata baik atau hendaklah Ia diam.” (Muttafaq’alaih : Al-Bukhari, no 6018 ; Muslim, no 47)

Bukan hanya ucapan yang baik yang penting.  Kini, seni berkomunikasi justru dijadikan senjata untuk bicara hanya sekedar kata. Ucapkanlah kata yang baik, lalu tepatilah ucapan kita. Karena rekan kita pun menilai, apakah kita adalah orang yang dipercaya? Ataukah kita dikenal sebagai seseorang yang ingkar dan hanya manis di mulut?

Pertimbangkanlah apakah kita mampu menepati janji kita? Jujurlah pada diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai kita menjadi orang yang mudah bicara, sedangkan orang lain menilai buruk sikap kita di belakang.

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day17

My Mom is A Wonder Woman

Benar apa kata orang, saat akan menjadi seorang Ibu, barulah kita mengerti kasih sayang yang selama ini Ibu kita berikan. Tanpa disadari banyak teladan dari mama yang tidak pernah diucapkan, tetapi begitu meresap mendarah daging. Mama saya adalah seorang wanita bertangan baja, berhati tahu sutra.

Seorang Ibu pastilah ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Walau terkadang membuatnya berkorban diam-diam. Seperti yang diceritakan guru les saya, tentang perjuangan mama saat akan dan telah menjadi single parent. 

Mama ternyata sudah sejak dulu merancang masa depan untuk anak-anaknya.  Karena itu beliau menghabiskan uangnya untuk memasukkan saya les ini dan itu. Tentu kegiatannya disesuaikan dengan kemampuan belajar saya. Mama membiarkan anak-anaknya menunda kesenangan. Tidak ada sepatu roda yang saya idamkan, tidak banyak acara jalan-jalan. 

Perjuangan Mama semua alhamdulillah terbayar. Saya bisa kuliah di kedokteran, berkat keridhaan Mama membiarkan saya menunggu kuliah satu tahun.  She paid all my bills. Padahal saat itu keuangan keluarga sangat mengkhawatirkan. Tapi semua pengorbanan alhamdulillah membuahkan hasil. Saya pun bisa kuliah dengan biaya SPP yang murah.

Mandiri adalah prinsip Mama. Itu pula yang ditularkan pada anak-anaknya. Kami dididik untuk bisa naik kendaraan umum dan pergi memenuhi kebutuhan kami sendiri.  Beliau jarang sekali punya waktu untuk bisa menemani anak-anak pergi.

Saat saya hamil, ternyata Mama tetaplah Ibu saya.  Ia begitu mendukung kehamilan saya, meski saat itu kami berbeda kabupaten. Saat kondisi saya drop, Mama kembali membawa saya ke rumah.

Menjelang persalinan, Mama begitu heboh menyiapkan keperluan Kakak bayi.  Ia juga begitu mendukung agar Kakak kelak bisa saya bawa ke Indramayu.  Katanya, karena Enam bulan pertama adalah masa emas perkembangan anak dan Kakak perlu dekat dengan Saya. Alhamdulillah kalau saya bisa dekat dengan Kakak.  :”

Apalagi, ada kondisi tertentu yang membuat saya memiliki risiko untuk bersalin secara caesar. Mama mulai detail mengingatkan keperluan yang harus disiapkan untuk dibawa ke rumah sakit. Waktu benar-benar begitu cepat berlalu. Satu sisi Mama bersikukuh agar saya bisa melahirkan secara normal. Pada sisi yang lain jika lebih aman Mama menyegerakan saya untuk SC. ๐Ÿ˜†

Tiba-tiba, mendekati persalinan diketahui bahwa saya ternyata anemia. Level Hb saya drop 2 dari sebelumnya. Pantas saja akhir-akhir ini pandangan mata saya buram, agak sesak nafas, dan sering pusing berkunang. Mama semakin was-was. Saya mah pasrah aja mengikuti saran terbaik.  ๐Ÿ˜…

Bersyukur sekali bisa didampingi Mama pada saat kehamilan yang berat ini. Entahlah apa jadinya saya tanpa Mama, ya? Orang bilang, saat melahirkan kita akan mengingat semua kesalahan kita pada Ibu kita. Maaf ya Mah, Icha banyak dosa.  Semoga kita bisa sama-sama melewati perjuangan terakhir untuk bisa membawa cucu Mama lahir ke dunia.  Amin.

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day18

Cerita (Drama) Kehamilankuย 

“Hamilnya sekali aja ya, Yang.” Kata saya pada Pak Suamik.  Astagfirullah!! Kondisi saya mah ga ada apa-apanya dibandingkan dengan para wanita di luar sana yang sedang berjuang untuk hamil.

Menjelang 30 minggu usia kehamilan, Kakak ternyata posisi kepalanya sudah di bawah. Jengjengggg… Alhasil saya beserta keluarga semakin memperketat pertahanan.  Korset selalu dipakai selain tidur, sementara aktivitas pun harus dibatasi sampai kira-kira usia kehamilan 36 minggu. Melewati usia 28 minggu sudah alhamdulillaah.  Artinya masih ada harapan buat Kakak.  Saat kontrol saya pun diberi obat suntik steroid untuk pematangan paru-paru janin, booster istilahnya.

Alhamdulillah Mama dan Tante saya adalah tenaga kesehatan. Jadi obat suntiknya bisa dibawa dan diberikan di rumah.  Geuning sakit ya disuntik teh. Dulu saat koass saya belajar tentang jenis suntikan ini, pantat kanan pantat kiri 2x per 12 jam selama 2 hari.  Di rumah boleh alay teriak ketakutan.  ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜

MasyaAllah.. Kakak makin besar makin aktif.  Jam bangunnya jadi lebih banyak dari biasanya.  Setelah tahu posisi kepalanya di bawah, saya, dokter, dan keluarga jadi was was.  Karena rahim saya masih terus kontraksi, bila ditambah tekanan dari kepala bayi bisa menyebabkan bukaan.  Uuu degdegan tapi harus dibawa senyum aja, dibawa santai cyin!  Pulang kontrol obat penguat kandungannya ditambah.  Kakak semangat!!!!!  Betah-betah ya uyel-uyel dulu aja di peyuut! 

Oh iya, saya selama di Lembang kontrol di dr. Farid, di RSIA Buah Hati.  Saya sudah kenal beliau sejak SD dan sekarang sudah jadi konsultan dan doktor, jadi berasa periksa sama Bapak sendiri. Alhamdulillah karena tempatnya dekat dari rumah, jadi memudahkan saya dan keluarga.

Badai Hampir Berlalu 

Alhamdulillah hari ini Kakak sudah hampir 35 minggu.  Beratnya pun sudah 2,5 Kg. Walau badan rasanya sudah tidak sanggup menahan beban, tapi kita haru optimia ya, Kak?  InsyaAllah kita usahakan untuk melahirkan secara normal. 

Bersyukur sekali bisa memasuki usia 8 bulan.  Berbagai keperluan Kakak sedikit demi sedikit mulai terpenuhi. Alhamdulillah keluarga dan suami membantu menemani saya memenuhi pritilan Kakak yang ternyata buanyak sekali.  ๐Ÿ˜š Tapi bahagia sekali bisa menyiapkan berbagai barang dan oakaian untuk Kakak. ๐Ÿ˜˜

Perjalanan masih panjang. Mudah-mudahan Kakak bisa bertahan minimal 3 minggu lagi, agar organnya sudah siap sempurna untuk hidup di luar rahim Ibuk. Tapi rasanya akhir-akhir ini kontraksi semakin sering. ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜– Saya hanya bisa berharap semoga hanya kitik-kitik saja dan tidak mengganggu kehamilan. Amin.

Mudah-mudahan badai segera berlalu. Semoga Kakak bisa lahir sehat sempurna dan cukup bulan.  Kita bertahan beberapa minggu lagi ya! Yang sabar, jangan pengen cepet-cepet keluar!
We love you, Kak!  โค

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day16

Kewajiban Memuliakan Pelayanย 

[Memuliakan Pelayan]

Ini adalah pengalaman saya bersama adik saya ketika di Indramayu.  

Hari Minggu pagi saya sarapan di Pasar Minggu Cimanuk dengan adik saya.  Kami duduk di sebelah sepasang pensiunan di meja dan kursi panjang,  yang mungkin cukup untuk 8-10 orang. Sejak kami datang gaya mereka nampak sinis.  Oh orang kaya, pikir saya. Mereka nampak tidak suka saya dan adik saya duduk di sebelah mereka.  Padahal ini warung soto emperan, bukan resto eksklusif.

Sejak awal saya memang sudah merasa tidak nyaman. Tapi ya sudahlah. Ternyata adik saya pun merasakan yang sama. Bapak-bapak yang duduk di sebrang adik saya itu, memandangi saya dan adik saya dari atas sampai bawah. Belum lagi Ibu yang duduk di sebelah saya selalu minta ini itu pada tukang soto, berisik sekali. Cik atuh ya. Tapi kami makan saja.  

Ternyata kami sama sama makan soto seharga 38rb.  Apakah layak merendahkan orang lain padahal kita sama-sama makan soto 30rb-an? Sepanjang jalan setelah makan saya dan adik saya tertawa karena kami memiliki pemikiran yang sama. Teman-teman saya dan adik saya banyak sekali yang bekerja sebagai pelayan atau berjualan. Jadi kami tahu betul beratnya mereka bekerja. Sedikit inisiatif kita sangat membantu pekerjaan mereka.  

Kekuatan seseorang bukan dilihat dari betapa kerasnya ketika Ia marah, tetapi ketika Ia mampu bersabar dan menjaga emosi. Kehebatan seseorang juga bisa dilihat dari bicaranya yang baik dan sikapnya yang memuliakan orang lain. Apakah ketika kita sudah menjadi kaya kita boleh seenaknya? Oh tentu tidak.
Sikap yang tidak mengenakan terkadang juga diberikan pada tamu lain yang datang dengan penampilan biasa-biasa.  Padahal siapapun boleh belanja ataupun makan di tempat yang sama asalkan mampu membayar kan? Siapa pula yang tahu ternyata keluarga yang begitu sederhana itu ternyata seorang milyarder? Who knows?

Kita tentu boleh meminta pertolongan kepada pelayan. Tapi, ucapkanlah kata-kata yang baik. Katakan kita ingin meminta pertolongan mereka. Jika mereka terlalu jauh untuk dijangkau dan tidak melihat lambaian tangan kita, datangilah mereka.

Saat kita ingin memesan dan ternyata mereka sangat sibuk, datangi dan tanyakan apakah ada buku menu yang bisa dipakai? Kita bisa mencatat pesanan sendiri lalu membawa pesanan kita kepada mereka. Mudah-mudahan tindakan sederhana kita bisa meringankan pekerjaan mereka. 

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day15