Cerita Menjelang Akhir KehamilanΒ 

Hi, Kak! Tinggal sebentar lagi loh Kakak tinggal di dalam perut. Alhamdulillah selama kehamilan Kakak, Bunda ngerasa happy.  Ayah juga selalu support, jadi rasanya semua berlalu, ngalir begitu saja.

Kata orang, nanti pas Kakak sudah lahir Bunda akan kangen masa-masa Kakak masih di dalam perut.  Tendangan pertama Kakak itu kerasa banget waktu pengajian 4 bulanan. Kakak juga pemalu banget, sering enggak mau gerak kalau diajak ngobrol sama yang Kakak enggak akrab.

Selama dalam kandungan, Kakak cerdas banget. Bisa diajak main, Kakak bisa diajak ngobrol.  Kalau ada Ayah, sebelum tidur pasti kita berdua main dulu sama Kakak. Ayah akan nempelin tangannya di perut Bunda, ngusap-ngusap, terus nanti Kakak gerak-gerak.

Semakin besar usia kehamilan, Kakak semakin kesulitan bergerak. Dulu Kakak bisa menendang bebas, sekarang Kakak hanya bisa gerak sedikit saja. Kadang Kakak geraknya ritmik, kalau Bunda baca katanya Kakak lagi cegukan. Terasa betul Kakak semakin gendut, tulang rusuk kanan Bunda sering jadi korban.  Lututmu, Nak!!!  Rasanya ngilu-ngilu nikmat.

Semua yang Bunda rasakan hanya akan menjadi kenangan.  Tapi enggak akan pernah terlupakan, Sayang. Rasanya begitu menyenangkan.  Mungkin karena sudah terlewati, jadi yang tersisa adalah kenangan manis. 

Tinggal satu minggu lagi untuk menentukan apakah Kakak Hui punya kesempatan lahir pervaginam atau harus caesar? Bunda masih belum merasa tegang.  Akhir-akhir ini Bunda sering mengajak Kakak ngobrol, “Jangan dulu lahir ya, Kak! Bunda belum selesai beres-beres perlengkapan Kakak.” 

Perlengkapan Kakak semua Bunda yang cuci, Bunda setrika. Tidak pernah Bunda sesemangat ini.  Inginnya semua dikerjakan sendiri. Botol ASI dan pompa ASI juga perlu disterilkan.  Masih banyak sekali PR Bunda, Nak!

Kakak yang sabar ya.  Bertahan sebentar lagi di dalam perut. Kalau sudah 3Kg baru boleh meluncur ya! Sepertinya Kakak sudah mulai ingin keluar ya. Sekarang kontraksi Bunda semakin sering. Ada juga rasa nyeri yang tajam di bagian pelvis, mungkin karena persiapan untuk meregang.

Semoga kita berdua diberi kemudahan oleh Allah ya, Kak. Amin..  

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day25

Advertisements

Jatuh Bebas

Tiga hari akhirnya aku beristirahat di rumah sakit. Dua bulan setelahnya aku menyibukkan diri dengan praktek klinik maupun aktivitas sosial. Tanpa disadari, rasa sakit dan semua perasaanku pada Adi pun berlalu.  

Brunch yuk, sambil ngobrol santai.” Kata Ayah sambil memandangi Ibu.  Cara beliau memandangi Ibu, membuatku ingin sekali bisa memiliki suami seperti Ayah. Acara makan di luar adalah salah satu cara Ayah untuk menebus kesibukannya.  

Kami pun makan di sebuah cafe di daerah Dago.  Saat memanggil pelayan, pandanganku terfokus pada pemandangan di sebrangku. Terlihat seorang laki-laki berkacamata tengah sibuk mengibas-ngibas pakaiannya yang basah. Sepertinya pelayan tidak sengaja menumpahkan pesanannya.  

Tampak laki-laki itu tidak marah sama sekali. Berkali-kali pelayan itu meminta maaf, Ia tersenyum tidak mempermasalahkan. Kebaikan hati seseorang bisa terlihat ketika ada hal yang menyebalkan seperti ini.

Ada berbagai jenis jatuh. Ada jatuh apes seperti kandasnya cintaku. Ada jatuh sakit. Ada jatuh hati seperti Ayah pada Ibu dan Ibu pada Ayah.  Kalau ini apa namanya ya? Rasanya seperti turun ke bawah, meluncur dengan cepat karena gravitasi bumi.

Sosok disebrangku menangkap mataku yang sedang kagum melihatnya. Seketika pandangannya bergeser pada Ayah. Ia mengangguk kemudian mendekat ke arah kami. Mampus! “Assalamualaikum, Prof! Eh Ibu.  Damang, Prof?” Tanyanya santun.

“Kamu lama ga kelihatan, sudah beres coursenya?” Tanya Ayah. Ehm.. Mungkin Ia murid Ayah dulu semasa residensi.

“Alhamdulillah sudah Prof. Sekarang saya biasa keliling lagi kejar setoran. Hehe.” Jawabnya sambil tersenyum memamerkan giginya yang rapih.

“Kamu sama siapa ke sini? Gabung saja sini!” Ajak Ayah. 

“Aduh, malu atuh Prof.  Saya kebetulan sama orang tua.” Jawabnya. Tapi karena Ayah memaksa, akhirnya Ia memanggil keluarganya untuk duduk bersama kami. Ayahku dan Ibuku berkenalan dengan orang tuanya.  Ini siapa sih by the way? 

“Ini loh Fira, murid Ayah yang sudah lama mau Ayah kenalkan itu.” Kata Ayah. Laki-laki disebelahku menggangguk, tersenyum.

Ya ampun! Ini kan yang dulu aku kihat di kedai kopi.  Kok bisa?? Ah!!! Pantas saja potongan rambutnya kali ini beda. Sumpah kalau dari dekat gini makin ganteng! 

“Kenalkan saya, Aksa.” Ia memperkenalkan dirinya.  Ketika aku hendak mengulurkan tangannya untuk bersalaman, Ia menahan kedua tangannya di dada.  Oh bukan muhrim. 

“Saya Fira.” Kataku. 

“Iya tahu kok. Prof sudah sering cerita. Saya juga sering lihat foto kamu di instagram. Eh! ” Sepertinya Ia sedang keceplosan. Ia menutup mulutnya. Aku menahan tawa. 

“Sepertinya kalian cocok ya. Bagaimana kalau dijadikan saja? Hahaha.” Canda Ayah.  Orang tua Aksa pun ikut tertawa. 

Aksa menjatuhkan garpunya ke lantai karena grogi. Tidak sanggup menahan malu aku pun izin ke toilet. Saking salah tingkahnya aku menginjak rokku sampai terjatuh. Ayah dan Ibu semakin tertawa, begitu pun dengan orang tua Aksa. 

Aku pun dengan cepat berusaha bangkit. Syukurlah posisi jatuhnya tidak terlalu memalukan. Ayah dengan lebay meminta Aksa mengantarku sampai depan toilet. Sesampainya di depan pintu Ia tiba-tiba bertanya, “Fira, kalau kita mencoba untuk lebih saling mengenal, mau?” Tanyanya pelan, tanpa basa-basi. 

Ya Allah, tolong! Rasanya seperti jatuh bebas! Apa ini?? 

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day24

‘Nikmatnya’ Akhir Trimester Tiga

Suami tertawa puas sekali melihat kaki saya yang super bengkak.  Jika dipencet, kaki saya akan mendelep lalu tidak lama akan kembali seperti semula. Seharian itu saya lebih banyak berjalan kaki daripada biasanya. Pagi hari saya ke Kecamatan, sorenya saya dan suami ke Ace Hardware.

Saya banyak sekali berjalan untuk menuju tempat shalat dan untuk berjalan ke parkiran.  Rasanya shock sekali melihat punggung kaki yang begitu bengkak. Kaus kaki dan sendal sepatu saja menghasilkan bekas cetakan di kaki, bentuknya benar-benar lucu. Malamnya saya mengganjal kaki dengan bantal agar posisinya jauh lebih tinggi dari kepala.

Pada minggu ke-34 menjelang 35 ini keluhan kehamilan benar-benar memuncak. Berat sekali rasanya untuk berjalan. Badan juga terasa nyeri jika berubah posisi dari duduk ke berdiri. Berubah posisi saat tidur pun tidak bisa sekaligus. Jika ingin turun dari tempat tidur, saya harus miring dulu, aga membungkuk, menumpu badan dengan tangan untuk mengangkat badan, baru menurunkan kaki.

Tidur pun rasanya tidak nyaman.  Karena saya tidur dengan posisi miring, pasti saat terbangun satu sisi tubuh akan kesakitan. Lalu saya akan berganti tumpuan pada sisi badan lainnya.  Efek ini dirasakan karena saya berbobot terlalu besar. Selain ini, saya kurang bergerak karena masih khawatir terjadi kontraksi. 

Sekarang sedikit demi sedikit saya memaksakan untuk berjalan kaki dan beraktivitas. Walau pada akhirnya kaki saya akan bengkak.  πŸ˜† Ayah saya saja begitu khawatir saat melihat saya keberatan saat naik tangga. Beliau bahkan menyarankan saya untuk caesar saja karena khawatir tidak bisa mengedan. Hahaha. 

Selain kesulitan saat bergerak, saya juga mengalami sesak nafas.  Mungkin karena bobot tubuh berlebih ditambah dengan anemia saya. Rindu sekali bisa bergerak lincah seperti semula. Suami bahkan menirukan cara saya berjalan, lucu sekali. Hahahaha!

Bobot saya ini menjadi bahan lawakan kami berdua.  Sekarang BB saya sudah naik sekitar 21kg. Hal ini terjadi pasca saya diungsikan ke Lembang sejak hamil 23 minggu.  Saya banyak makan junkfood dan minuman manis karena balas dendam tidak bisa mencari makanan tersebut saat di Indramayu.

Salahnya, saya membebaskan diri untuk memakan makanan yang tidak sehat. Saya tetap makan indomie dan gorengan.  Cilok dan cireng yang pantang saya makan pun dengan bebasnya saya makan. Akhirnya saya menikmati “hasil” yang begitu nikmat, badan sakit-sakit semua. 😩😩😩

Pelajaran ini berguna jika saya diberi kesempatan untuk bisa hamil berikutnya ya.  Ternyata makan makanan yang bergizi dan berolahraga itu penting sekali. Terbayang, bagaimana caranya menurunkan 20kg++ seperti semula ya? Help me suamikkk!!!  πŸ˜±πŸ˜±πŸ˜±

Jalani, nikmati, syukuri! Ambil hikmahnya untuk lain kali. Sekarang waktunya tersenyum memandangi hasil konsepsi yang bergerak lincah di dalam perut. Berbahagialah karena sebentar lagi ada Baby Hui yang akan lahir ke dunia. Yang penting, tetap tenang dan berdoa agar dimudahkan ketika persalinan.

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day23

Indonesia, Sayapmu Patah

Rasanya, Indonesia tidak lagi menjadi negara demokrasi. Issue yang ada terkait dengan pemerintah dianggap sebagai pemberontakan dan yang dianggap provokator harus dipenjarakan. Belum lagi adanya UU ITE yang mengekang kebebasan berpendapat di media sosial.

Negara demokrasi seharusnya mengizinkan warga negara berpartisipasi dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.  Warga negara juga memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Bisa dilihat bahwa saat ini demo yang menjadi ciri khas pemerintahan demokrasi dibungkam. Kini pemerintah yang berkuasa lah yang berhak menentukan arah suara masyarakat.

Masih ingatkah ketika sebuah pidato Gubernur baru Jakarta menyebutkan kata pribumi? Kita bisa melihat bagaimana Gubernur baru ini dijatuhkan hanya karena menyebutkan kata pribumi. Sebenarnya, siapakah pribumi? 

Ketika masa kolonial Belanda, pribumi dipakai sebagai istilah untuk inlanders, salah satu kelompok penduduk Hindia Belanda yang berasal dari suku-suku asli Kepulauan Nusantara.  Saat itu, keturunan Cina, India, Arab, Eropa, maupun campuran sering dikelompokkan sebagai non-pribumi. Walaupun mereka lahir dan tumbuh di Indonesia.  

Menurut mantan Wakil Presiden Indonesia, Bapak Try Sutisno, “Jangan terpancing isu pribumi, non pribumi. Itu dulu buatan Belanda supaya dipecah-pecah,” ujar Pak Try,  dalam diskusi di kantor Para Syndicate, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Beliau mengatakan bahwa perbedaan kelas warga asli Indonesia dan keturunan, saat itu berhasil membuat masyarakat Indonesia saling menyerang. Penjajah memanfaatkan kesempatan ini untuk menguasai Indonesia. Sepertinya, kali ini oknum di belakang layar tengah tersenyum lebar. Karena mereka berhasil menyulut warga Indonesia dengan sebutan pribumi.

Menurut Mantan Presiden Indonesia, BJ Habibie, Indonesia pernah memiliki masa yang kelam.  Nama bangsa Indonesia pribumi memiliki strata terendah di luar negeri.  Namun itu sudah berlalu. 

“Saat ini sudah tidak ada lagi warga pribumi maupun nonpribumi. Yang ada hanyalah warga negara Indonesia, bangsa Indonesia.” Kata Habibie dalam pidatonya di Ballroom Gandaria City Mall, Sabtu (28/10/2017).

Aku, kamu, kita semua adalah warga negara Indonesia. Jangan biarkan kita diarahkan oleh orang-orang di belakang sana yang memecah belah persatuan. Kita semua berhak bersuara untuk Indonesia. Hidup demokrasi!  

.

.

Sumber: 

.

 .

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day22

Every Newlywed Couple Should Know

Apa sih yang pasangan baru perlu tahu?

Pertama : Kartu Keluarga

Setelah menikah, tentunya kita harus tercatat di KUA dong ya. Step berikutnya, kita perlu membuat kartu keluarga. Apakah kita dan pasangan sudah satu domisili?

Kasus yang saya alami, sebelumnya saya tinggal di Lembang, Bandung Barat. Lalu saya akan mengikuti alamat suami di Antapani, Kota Bandung. Maka saya perlu mengurus surat keterangan pindah domisili terlebih dahulu. Syarat yang diperlukan adalah :

  1. Buat surat pengantar pindah domisili dari RT, RW
  2. Bawa surat pengantar pindah ke kantor kelurahan, disertai fotokopi KTP dan KK orang tua yang tercantum nama kita. Nanti kita akan diminta menulis alamat baru tempat kita akan pindah. 
  3. Bawa fotokopi KTP, fotokopi KK,  dan surat pindah dari kelurahan, untuk ditandatangan dan dicap di kecamatan –> fotokopi –> berikan lembar fotokopi ke petugas kecamatan.
  4. Surat keterangan pindah yang asli akan dibawa ke Dukcapil tenpat kita tinggal.  Dari Dukcapil kita akan mendapatkan surat keterangan pindah.
  5. Selanjutnya, saya mengurus kartu keluarga dan KTP di domisili baru.  

.

Kedua : Asuransi 

Apakah kantor suami mencover biaya kesehatan istri? Kalau Ya, segera tanyakan kelengkapan apa yang diperlukan? Sebagai WNI, untuk jaga-jaga, penting juga memiliki asuransi BPJS.  Setelah menikah, kita dan suami akan keluar dari pembiayaan yang sebelumnya dibayar orang tua atau instansi tempat orang tua bekerja. Syarat apa saja yang diperlukan agar suami dan istri dapat menjadi anggota BPJS dengan satu virtual account?

  1. Fotokopi KK
  2. Fotokopi KTP istri dan suami
  3. Foto suami dan istri ukuran 3×4 
  4. Fotokopi surat nikah (jaga-jaga)
  5. Kartu BPJS suami dan istri sebelumnya (bila sudah punya)
  6. Fotokopi buku tabungan bank mandiri/BRI  (bisa punya istri atau suami)  

Nanti berkasnya akan dibawa ke kantor BPJS setempat.  Di sana kita akan mengisi formulir BPJS.  Setelah itu, akan ada nomor virtual untuk pembayaran pertama.  Nanti bukti pembayaran dapat digunakan untuk mencetak kartu BPJS yang baru.

.

Ketiga : BPJS Bayi di Dalam Kandungan 

BPJS untuk bayi ini, penting dibuat untuk jaga-jaga bila saat lahir bayi memerlukan perawatan. Kita dapat membuat BPJS bayi di dalam kandungan sejak usia kehamilan 7 bulan.  Adapun syarat yang diperlukan adalah:

Saat mendaftar, kita akan mendapatkan nomor virtual account untuk calon bayi. Saat bayi lahir, kita akan membayar tagihan pertama. Setelah itu, kartu bpjs bayi telah aktif. 

Perubahan data bayi harus dilakukan paling lambat sampai 3 bulan sejak bayi dilahirkan dengan membawa persyaratan:

  1. Kartu BPJS bayi sebelumnya
  2. KK terbaru yang sudah menyertakan data bayi
  3. Buku tabungan (BRI/BNI/BTN/Mandiri) jika bayi ingin mengambil perawatan kelas I/II. Bayi harus mengambil kelas yang sama dengan orang tua.  
  4. Bayi tidak harus melampirkan foto. 

.

Keempat : KK Baru (Setelah  Bayi Lahir) 

PR ya, perasaan KK baru saja jadi. Tapi kita sudah harus buat baru lagi. 😣😩 Berkas ini perlu diurus kenapa? Karena KK baru yang sudah ditambah dengan nama buah hati kita, diperlukan untuk membuat akta kelahiran dan juga memperbaharui data BPJS bayi. Weleh-weleh!

Jaga-jaga, persiapan apa yang diperlukan untuk membuat KK baru? 

  1. Surat pengantar dari RT/RW.
  2. Kartu keluarga sebelumnya 
  3. Surat keterangan kelahiran putra/putri, yang akan menjadi anggota keluarga baru di dalam kartu keluarga.
  4. Selanjutnya berkas akan dibawa ke kelurahan dan kecamatan setempat.

Kelima : Membuat Akta Kelahiran

Syarat membuat akte kelahiran ini berbeda-beda di setiap tempatnya. Syarat yang diperlukan untuk membuat akte di Dukcapil Kota Bandung adalah:

Sungguh melelahkan sekali ya. Tapi bila tidak diurus, akan banyak kebutuhan yang terhambat. Selamat mencicil berkas-berkas administrasi yang diperlukan! 

.

.

.

 

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day21

Hunting Perlengkapan Baby

Setelah sebelumnya belanja keperluan Kakak dibantu Mama, pritilan lainnya dicari saat suami cuti. Belanja untuk baby itu tidak ada habisnya ya. Saya pikir ini lebih parah dari belanja seserahan.  πŸ˜‚ Padahal saya baru membeli barang primer saja, yang additional belum. Ini adalah contoh list belanjaan yang saya buat bersama dengan misua tersayang:

Beberapa lokasi tempat saya belanja keperluan bayi adalah:

  • Toko perlengkapan bayi di Pasar Baru (kain bedong, baju kutung, baju panjang, popok kain) 
  • Toko bayi Sri Ratu, Lembang (Kain bedong, baju kutung, baju panjang, topi, sarung kaki dan tangan, samping, sarung, dress, selimut topi tebal) 
  • Yens Baby Shop, Setiabudhi (Bak mandi, tas perlengkapan bayi, celana panjang, jumpsuit, selimut tipis, kain bedong, sisir bayi dan tempat bedak, keperluan mandi bayi, handuk mikrofiber, dot avent classic, sikat botol)
  • Yens Baby Shop, Lembang (avent breast pad washable, pigeont breast pad disposable, gendongan baba sling, botol asip BKA,  kacamata jemur kain) 
  • Lavie Baby Shop (Mustela double action)
  • Borma (ember tutup, rigen, tempat sampah plastik, tempat cucian tutup, jepitan baju, jemuran gantung, sleek sabun cuci botol, detergen daia, pewangi downy, cotton bud, wadah container kecil, lemari plastik excel, pampers newborn, tissue basah bayi, tissue paseo baby, pembalut malam extra long)
  • Online, spectra store (breast pump spectra 9+)

Karena saya sudah lelah apalagi suami ya, yang waktu liburnya hampir setiap hari dipakai untuk hunting keperluan Kakak, jadinya kami menyudahi kegiatan belanja-belanja. Hari terakhir suami cuti kami gunakan untuk lenjeh-lenjeh, cuddling, dan banyak bobo siang. Sisa keperluan rencananya akan saya beli online. Kalau ada yang tidak terbeli, nanti dibeli suami saat saya sudah lahiran saja. 

Keperluan yang belum saya punya adalah:

1. Kulkas 2 pintu

2. Sterilizer

3. Box bayi

4. Cooler bag

5. Stok ice gel

6. Stroller dan car seat

7. Baby bouncer

8. Bra menyusui

9. Piyama panjang kancing depan 

Suami pasrah sekali melihat kamar kami yang begitu sempit dipenuhi keperluan bayi. Hihi. Tapi kata beliau, setiap anak membawa rizkinya sendiri. Kakak belum lahir saja keperluannya sudah begitu lengkap.  Kalau ditotal, kira-kira belanjaan Kakak menghabiskan:

5xx + 1,5 jt + 600 + 4xx + 2jt + 1jt + 450k

Mantap sekali ya, padahal saya belum beli kulkas dll. Oh iya, belanja di Pasar Baru dan toko bayi yang tidak terkenal sangat membantu memangkas budget. Terbayang kalau semua perlengkapan baby dibeli di Yens, Lavie, atau baby shop ternama. Kemarin pakaian Kakak saya beli sebagian di yens dan toko grosir. Karena katanya baby cepat sekali besar, jadi pakaiannya tidak akan terpakai lama.  

Semoga ada rizki untuk Kakak yaa.  PR bundanya masih banyak sekali Kak! Bunda masih harus cuci steril perlengkapan dan prewash baju-baju Kakak.  Semoga semua sempat dikerjaan sebelum Kakak lahir ya.  Can’t wait to see you Baby Hui!  πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

#preggostory #35weeksday3ofpregnancy

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day20

What a Happy Week!

Alhamdulillah Misua tercinta cuti, setelah 7 minggu di Lolak. Mendekati persalinan ini saya menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal saat Ia cuti.  Jadilah saya ngintil kemana-mana.
Begitu banyak agenda penting yang ditunda, menunggu kedatangan suami agar saya ada yang mengantar dan mengawal.  Hehe. Maklum, saya sudah kesulitan berjalan dan sering merasa pusing hampir tumbang. πŸ˜† Jadilah apa-apa nanti bareng Aa.

Senang sekali karena suami pulang lebih cepat. Tujuh minggu ditinggal kali ini rasanya lebih berat karena tingkat kebaperan meningkat saat trimester akhir kehamilan. Ba’da Subuh suami berangkat dari Manado, malamnya sudah di Lembang. Alhamdulillah.. Alhamdulillah. Terharu dengan pengorbanan beliau.

Begitu suami pulang, agenda yang sulit pun tidak lagi mustahil dilakukan.  Walau masih sering kontraksi, tapi saya ingin sekali menjenguk Mbak Sel yang melahirkan.  Alhamdulillah Lembang-Pasir Salam pun bisa ditempuh. Pulangnya, list perlengkapan Kakak menanti. Kami kemudian belanja ke Yens Setiabudhi.  

Belanja itu ternyata perlu fisik yang prima ya, kalau dilakukan saat hamil.  Jadilah rasanya belanja kali ini berlalu tapi hanya sedikit list yang terpenuhi.  Mungkin karena kami sudah lelah sebelumnya. Akhirnya belanja di Yens diakhiri segera karena suami sudah cemberut. πŸ˜‚ Kami pun makan di Eatalia Setiabudhi.  Pizza dan jusnya membuat kami jadi happy.  Oh jadi tadi rungsing karena lapar?  πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Syukurlah di Yens Setiabudhi kami bisa menambah beberapa jumpsuit dan celana untuk Kakak. Ada pula kain bedong motif salur yang warnanya sangat lucu. Breast pump incaran pun ternyata sudah sold out. Kami pun mencari dot untuk pemberian ASIP Kakak.  Sempat ragu dengan comotomo yang hits tapi mahal, akhirnya kami membeli satu buah dot Avent wideneck.  Coba dulu satu dot, kalau cocok atau tidak kami bisa beli lagi. 

Belanja dan Belanja

Sabar ya, Yang. Keperluan Kakak memang banyak! πŸ˜…

Keesokan harinya kami belanja perlengkapan seperti lemari plastik untuk bayi, tempat cucian, ember, gantungan pakaian, tissue bayi sampai pampers untuk dibawa nanti ke rumah sakit, dll. Kami belanja besar. Saking banyaknya kami sampai perlu dua troli besar . Rasa lemas pun saya hajar agar keperluan Kakak bisa segera rampung. Saat pusing saya bertumpu pada pegangan troli.  πŸ˜† 

Kami juga membeli kekurangan perlengkapan menyusui di Yens Borma. Maklum, saat di Setiabudhi pilihan terlalu banyak. Jadinya saya banyak membuang waktu dengan cuci mata, dan kesabaran suami pun mencapai batasnya.  Hahaha. Di yens kami membeli breast pad, gendongan bayi, botol ASI, dan kacamata jemur untuk Kakak bayi.  Karena belanjaan kami hari itu heboh, titipan belanjaan di Yens pun tertinggal. Hehe. 

Nongkrong Cantik

Lama sekali tidak ngopi-ngopi dan nongkrong setelah hamil besar.  Syukurlah di Lembang ada Imah Kopi.  Setelah belanja di Borma kami pergi ke sana. Tadinya ingin nongkrong di Dago saat hari Senin. Tapi jalanan macet dan cuaca sangat mendung. Ngidam minum kopi enak pun tercapai. Terima kasih banyak suamiku.  πŸ˜˜

Suami memesan hot latte dan waffle. Saya sendiri memesan cold macchiato dan chicken snitzel.  Sebenarnya di sana banyak pastry yang menarik. Mungkin next time wajib dicoba.

Administrasi oh Administrasi

Keperluan administrasi ini memerlukan kesabaran sekali ya. Libur suami yang singkat harus diisi sebagian dengan urusan administrasi.  Karena saya ingin ngintil, akhirnya saya ikut ke kecamatan untuk mengambil KK dan kartu KTP sementara.  Ceritanya sekarang saya pindah jadi orang Antapani. Tapi hati tetap orang Lembang. πŸ˜†

Kartu keluarga ini nantinya diperlukan untuk membuat kartu BPJS Kakak dan juga akte kelahiran nantinya. Rebek sekali ya? Setelah urusan administrasi selesai kami memutuskan untuk beristirahat di rumah. Apalagi jalan ke rumah saya sedang diperbaiki, jadi aksesnya jauh karena harus memutar lewat Imah Seniman. 

Senangnya Dimanja dan Diperhatikan Suami

Hamil ini senangnya karena bisa dimanja suami. Yeay!!  Apalagi karena saya terlalu berat, saya kesulitan berjalan.  Bangun untuk berdiri saya juga kerepotan. Kalau tidur ingin berubah posisi juga tidak bisa sekaligus. Suami yang ganteng alhamdulillah dengan sabar membantu saya yang seperti nene-nene ini.

Karena suami sedang pulang, alhamdulillah saat kontrol saya bisa didampingi beliau. Ia menemani saya saat berdiskusi dengan dokter mengenai opsi persalinan. Lalu mendadak setelah cek lab jumlah Hb saya drop, sel darah merahnya mikrositik hipokromik.

Saya kira saya sering pusing karena gangguan peredaran darah dari kaki ke jantung.  Tapi ternyata saya ada anemia juga. Hipotesis saya mengarah ke anemia defisiensi besi.  Oemji kenapa menjelang lahiran baru tahu kalau Hb drop?

Suami sampai shock saat Mama bilang kalau ada sesuatu saya harus caesar dalam 2-3 minggu. Nampaknya Baby Hui sudah tidak sabar ingin bertemu teman-temannya ya? Kalau sudah Tiga kilo boleh ya, Sayang!  πŸ˜˜ 

Saya cukup degdegan saat mendengar kata SC. Jadilah walau sering pusing saya memutuskan untuk belanja sisa keperluan Kakak Bayi. Tak lupa saya membeli kain samping dan sarung untuk lahiran. Pada battle terakhir ini saya merasa pusing saat di tengah belanja. Syukurlah suami sigap menyuruh saya duduk dan menunggu Ia membawa mobil dari parkiran.

More Than Words

Tadinya saya berniat membuatkan french toast saat suami pulang.  Tapi karena saya baru bisa tidur jam 2 pagi, akhirnya malah pagi-pagi suami yang berkreasi di dapur dan membuatkan saya french toast. Suami gue jago ngets! Unchh :* 

Suami saya orangnya sangat inisiatif. Ia mengerti saat saya tidak bisa melayani beliau. Orangnya begitu sweet sampai sering kali menawarkan diri untuk memasak untuk meringankan beban saya. Alhamdulillah. Suami begitu royal untuk menunjukkan kasih sayangnya. 

Suami juga sempat membuatkan saya nasi goreng kornet boncabe.  Enaaakk!! Rasanya happy sekali menemukan bakat memasak suami. Ia cepat sekali menangkap resep dan cara memasak sebuah makanan.  Kalau masalah rasa pasti perlu waktu untuk terbiasa kan.

Di hari terakhir cuti suami, saya membekali suami cara membuat seblak dengan bumbu nasi goreng pedas seperti di iklan.  Hihi.  Katanya di Manado belum ada seblak.  Lumayan ya untuk oleh-oleh. Tak lupa saya membekali kencur, bumbu nasi goreng, aneka kerupuk mentah dan makaroni.  πŸ˜‚ Maaf ya yang istrinya ga jelas banget. Sebuah kebahagiaan bagi saya bisa menggali bakat terpendam suami.  Hihi. 

Sayonara

Akhirnya suami tersayang harus kembali bekerja karena gaji satu bulan habis dipakai kontrol ke dokter dan belanja keperluan Kakak.  Hahahah. Semoga kerjaannya lancar ya, Yang! Semoga sehat selalu dan dilindungi oleh Allah.

Seminggu rasanya sebentar, suami sudah harus pergi. Semoga kali ini terasa singkat karena suami akan pulang ketika saya melahirkan nanti. Rasanya nano-nano karena sebentar lagi melahirkan.  Di satu sisi bahagia karena suami bisa pulang lebih cepat.

Saling mendoakan ya! Icha dan Kakak menantimu, Ayah!  πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day19