Mati itu Mudah

Ketika mengikuti salah satu materi prakoas, saya dan teman-teman ditantang untuk menahan nafas selama 60 detik. Peserta diminta untuk berdiri. Jika sudah tidak tahan menahan nafas, peserta boleh duduk. Tentu saja satu persatu peserta berguguran. Hanya beberapa orang yang masih bertahan. Tentu saja orang-orang yang duduk begitu merasa “tersiksa” hingga saat bernafas kembali, tarikannya amat kuat dan dibarengi dengan kelegaan yang luar biasa.

“Tidak bernafas dalam satu menit saja rasanya tidak enak bukan?” Tanya seorang konsulen yang menjadi pengisi materi tersebut.

Mudah sekali untuk mati.

Continue reading