Untuk Anak Ibu: Kepercayaan 

Kak, semoga Kakak bisa kaya Ayah. Ada modal besar yang diberikan dari Ayah ketika melamar Ibu: Kepercayaan. Ayah ga terlalu perduli berapa mantan Ibu?  Atau apa kata orang tentang Ibu? Komitmen kita diawali dengan : “Kan sekarang aku masa depan kamu.” 

Sampai saat ini Ibu juga sama sekali ga ngerti, “Apa yang kamu suka dari aku? ” Rasanya lebih banyak yang lebih baik dari Ibu. Tapi mungkin jodoh ya gitu, punya jalannya sendiri.

Ayah kamu selalu berusaha bilang I love you, walau mungkin itu aga-aga niru teori di buku yang Ibu juga baca. Wkwk. Before he said that, maybe he didn’t realize that I already felt how much he loves me.  Hehe.

Ayah memberikan Ibu kepercayaan, memberikan Ibu banyak “ruang” untuk aktualisasi diri dan berkarya. Ayah kamu banyak bersabar saat mood Ibu Up and Down. He didn’t leave me but he trusted me and waited. Kepercayaan dari Ayah memberikan banyak ruang untuk Ibu bergerak, banyak kesempatan untuk Ibu belajar. 

Ayah tidak banyak menuntut, walau mungkin super kesal karena ternyata makanan favoritnya itu makanan yang ibu blacklist (cireng dan semua yang dari aci). He proved that he loves me.  Ayah membiarkan Ibu makan banyak dan menggendut, walau sesekali bilang “Kalau turun BB nanti ditraktir.” Pinter. 

Semoga Kakak bisa belajar “pinter-pinternya” Ayah ya.

Untuk Anak Ibu: Berkat Ayah

Kak, di setiap perjalanan Kakak, ingatlah selalu bahwa itu adalah nikmat dari doa yang selalu Ibu panjatkan untuk anak-anak Ibu dan generasi selanjutnya.

Di usia Ibu yang ke-23 hampir 24 tahun, Ibu belum pernah ke luar pulau Jawa, belum pernah naik pesawat, dan belum pernah ke terminal Leuwipanjang. Mau ke mana juga? Tapi tenang Kak. Ibu sengaja cari ayah untuk Kakak yang berani untuk bekerja di luar Tatar Sunda.

Ayah Kakak kerja berpindah dari satu pulau ke pulau lain. The good news are : Kita bisa keluar dan keliling pulau di Indonesia. Hihi. Soalnya Enin, nenek Kakak, sekarang bisa tenang karena kita ada yang jagain kalau mau pergi-pergi ke luar pulau. Pokoknya, setiap Kakak sebel sama Ayah, ingat selalu Kakak harus berterima kasih. Karena berkat ayah, keluarga kita memiliki modal paling penting: KEBERANIAN. Kita jadi punya kesempatan untuk menjelajah Indonesia. Doakan Ayah dan Ibu ada rizki untuk kita jalan-jalan ya.

Destinasi pertama kita mau ke mana Kak? Sumatera Barat atau Toraja? Kalo ke Sumbar ada Budev Kak, kita bisa nebeng nginep dan minta ditratrir aneka randang. Hihi.

Seni Berbicara

Kak, lebih baik diam atau bicaralah dengan kata-kata yang baik, di waktu yang tepat.

Komunikasi itu seni. Bicara banyak atau sedikit tidak menjamin kualitas isi yang diutarakan. Komunikasi memerlukan banyak elemen, bukan hanya suara tapi juga telinga yang siap menyimak. Gunakan semua sense kakak ketika bersama dengan lawan bicara.

Tanya kembali apakah yang diucapkan itu perlu atau tidak? Apakah nada bicara kita bisa diterima dengan baik oleh lawan bicara? Lebih baik diam atau bicara dengan baik.

Seperti saat orang lain bekerja, tidak semua hal perlu diinterupsi. Misalnya saja jika Ayah sedang menyetir. Biarkanlah Ayah berkreasi, mau lewat Dago mau lewat mana, jika tidak ditanya tidak perlu banyak bicara. Misalnya, sedikit-sedikit “Yah ini lewat mana? Kenapa ga lewat sini aja?”

Atau ketika Ibu sedang memasak, kita datang lalu bilang, “Ih Ibu kok masaknya gini sih? Ini tuh caranya gini Bu.” Aduuh.. Ini bisa meruntuhkan kepercayaan diri. Diinterupsi terlalu sering membuat orang lain jadi malas mendengarkan.

Kak, kita perlu berlatih banyak untuk menjadi seseorang yang fleksibel, luwes. Tidak semua orang melakukan cara yang sama dengan kita. Maka penting juga untuk belajar membaca situasi. Apakah cara kita menyampaikan sudah sesuai dengan orang lain?

Tidak perlu menyampaikan semua hal yang ada dipikiran. Pikirkan kembali dampak yang akan terjadi jika kita mengatakannya. Apakah lebih banyak kebaikan atau ternyata cara kita bicara melukai orang lain?

Membuat Alasan

Jangan berbuat sesuatu karena dendam, tapi karena cinta. Beuuhh kata-katanya ala-ala Oknum D nih.

Buat pilihan dan kerjakan dengan hati, dengan cinta. Mungkin energinya tidak akan sebesar rasa dendam. Tapi perasaan yang tulus membuat kita bekerja lebih sabar, lebih ikhlas, lebih tenang, lebih all out, dan yang penting lebih berkah.

Kita akan mendapatkan apa yang diniatkan. Jadi, jangan sampai kita salah niat dari awal memulai. Jika mulai melenceng di perjalanan, segeralah kembali pada tujuan awal Kakak. Ingat Kak, hidup di dunia ini sesungguhnya hanya permainan. Ngeri kan? Luruskan niat Kakak setiap saat ya. Buatlah alasan dalam setiap pilihan atau tindakan yang dilakukan. Alasannya apakah sudah karena-Nya?

Kepada Kakak

Ibu sekarang sedang memikirkan kamu.

Kakak, maaf ibu belum bisa menjadi contoh yang baik. Maaf ibu masih terlalu banyak tidur, masih jajan sembarangan, masih makan semaunya. Padahal ibu ingin menjadi figur teladan untuk kakak dan adik-adik.

Ketika ibu malas belajar, malas sekolah, ibu ingat ingin kakak jadi orang yang terpelajar. Apa pantas seorang yang malas mengingatkan orang lain untuk belajar? Kakak, entah apa kita akan bertemu di dunia ini atau tidak. Yang pasti ibu tahu Allah tidak akan menitipkan kakak pada seseorang yang belum siap.

Kakak, bisakah kakak lebih sabar karena ibu masih terseok-seok dengan amalan yaumi ibu yang masih cacat? Padahal ibu ingin menjadi guru mengaji kakak. Semoga ketika kita bertemu, akan berlipat lagi semangat kita belajar. Sekarang, doakan agar ibu semakin giat belajar agar menjadi guru yang baik untuk kakak.

Kakak di sana mendengar ibu kan?

Si Pendek!

Salahlah kalau badan gue pendek?

Saya selalu dibully karena berbadan pendek bahkan oleh keluarga sendiri. Tidak jarang orang bilang, “Cantik kamu tuh, sayang aja pendek.” Selama ini saya merasa pendek itu adalah kesalahan yang besar dan fatal.

Ada beberapa faktor yang membuat tubuh seseorang pendek:
1. Kekurangan gizi baik selama kehamilan ataupun ketika masa pertumbuhan
2. Genetik
3. Kurangnya aktivitas fisik yang merangsang pertumbuhan

Tinggi saya sekarang mungkin antara 149-150cm, tergantung meteran yang digunakan. Tubuh pendek membuat kelebihan berat badan sangat terlihat. Namun, semua pandangan saya mengenai tubuh pendek berubah sejak saya masuk koass. Banyak sekali residen yang tingginya lebih pendek, mungkin hanya 143-145cm. Bahkan konsulen saya pun setinggi saya setelah menggunakan wedges yang tinggi. Saya merasa tertampar.

Seseorang itu memiliki nilai bukan hanya dari tinggi badan, tapi dari seberapa banyak manfaat yang bisa ia berikan untuk orang lain.

Kecantikan atau ketampanan itu relatif. Apa yang kita miliki tidak ada gunanya jika kita bersikap tidak sopan, sombong, dan menyakiti orang lain. Kelak jika saya punya anak, saya akan bilang:

Orang putih mungkin akan terlihat lebih cantik atau tampan. Meski kamu hitam atau kurang menarik, kamu akan jauh terlihat lebih sexy dengan kecerdasan kamu, kebaikan hati kamu, akhlak kamu, dan ucapan yang selalu kamu jaga. Kakak, keterbatasan fisik seseorang itu tidak akan mengalahkan keinginan yang beriringan dengan ridha dan kehendak Allah. Syukuri apa yang ada, kejar apa yang bisa diraih. Berikan manfaat sebanyak-banyaknya.

Di rumah sakit ibu bercermin ketika mengingat ejekan orang lain:

Ibu masih bisa berdiri, sekolah, bernafas. Padahal banyak orang yang megap-megap kesulitan bernafas. Banyak orang yang jauh lebih cantik dari ibu, lalu mukanya terpajang di internet dengan tubuh yang telanjang. Betapa beruntungnya kan kak?

Ibu bisa makan, minum, buang air kecil, menahan buang air besar, sedangkan ada pasien yang harus BAB dan BAK dengan pampers. Ibu bisa melihat normal, mereka ada yang tidak bisa melihat karena penyakitnya. Betapa sempurnanya ciptaan Allah ya Ka?

Ibu malu ketika mengeluh bosan dengan makanan, padahal keluarga pasien makan seadanya. Ibu lupa bersyukur dengan rizki pemberian orang tua. Jangan mendengar ucapan jelek dari orang lain. Jadilah anak yang pintar ka, tapi jangan pintar berbohong.

Dengarlah dan ucapkanlah kata-kata yang baik. Lihatlah tindakan yang baik. Keterbatasan fisik itu merupakan definisi yang dibuat manusia. Andai saja ibu cantik dan tinggi Ka, ibu akan lebih suka jadi artis atau model. Hehehe.. Kebayang kan dunianya menyeramkan.

Selamat berjuang, selamat menebar manfaat!

Menjaga Perasaan

Nak, Ibu ingat seorang konsulen Ortho yang sangat baik. Beliau itu bicara santun, entah itu ke satpam atau ke residen. Beliau menghargai semua orang.

Ingatlah nak, saat kamu menjadi seorang super senior, ingatlah kamu pernah menjadi mahasiswa. Ingatlah jika kamu dulu datang ke tempat kerja tidak tahu apa-apa karena ilmu di lapangan dengan yang ada di teori tidak benar-benar sama. Ucapkanlah kata-kata yang baik atau diam. Jangan menyakiti perasaan orang lain.

Belajar Memahami

Bang, Ibu mau cerita. Jarang-jarang ibu dibikin gemes sama orang. Waktu ibu koas, ada salah satu sub di stase yang alhamdulillah hanya tiga hari.

Di stase itu, ada salah satu rule : Koas intinya harus ngikutin arahan residen.

“Dek, dua di poli dan dua di OK ya!” Kata seorang chief.

Ok deh, ibu ke OK karena dua temen ibu itu post jaga, bakalan wassalam banget kalo mereka harus berdiri berjam-jam.

Di OK, ada dua konsulen, dan ada dua chief. Waduh, bosen kan ngeliatin punggung. Yaudah ibu nonton aja di monitor yang terpasang, kan asik tuh liat operasi by pass live. Kebetulan disana ada chief kardiologi. Ibu nanya-nanya aja, awalnya ga mudeng banget kan dengan apa yang mereka lakuin. Tapi ibu jadi cukup ngeh kalo itu operasi by pass, intinya bikin jalan tol di jantung, karena pembuluh darah sebelumnya itu udah tersumbat. Ibu sih asik-asik aja bang, ngeliatin alat yang menggantikan kerja jantung.

Jadi ya bang, jantungnya itu ga ditaro di luar. Wkwkwk. Cuma pembuluh darahnya itu dipotong, terus dimasukin selang yang nyambung ke mesin. Jadi proses pertukaran Oksigen dan Karbondioksida terjadi di mesin, terus dialirkan ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah aorta. Ilmiahnya segini ya, nanti abang roaming. Hehe..

Selesai memanen pembuluh darah, chief tersebut membuka baju sterilnya dan mondar-mondir dekat ibu. Cuek banget deh. Ibu yaudah anteng aja nanya-nanya ngalor ngidul. Sampe tahu kalo suaminya dokter kardio itu dokter anestesi. Wkwkw. Namanya perempuan yaa~

Tiba-tiba keesokan harinya, waktu bimbingan sama chief, doi bilang, “Kemaren yang di OK dibimbing sama residen kardio.”

Ibu masih ga ngeh. Tapi pas bimbingan ibu dibantai, “Makanya kalian itu bimbingan jangan sama dokter kardio. Ke poli dong minta bimbingan sama chief.”

Oalah.. Sebelumnya kan doi bilang dua orang poli, dua orang OK. Doi ketemu ibu tiga hari juga lempeng-lempeng aja. Tiap nanya dioper ke residen lain. Lama-lama ibu baru ngeh kalo doi itu seneng keliatan lebih pinter. Dan doi seneng kalo kita ngejar-ngejar, nanya-nanya supaya ngambil hati dia. Dua hari sebelumnya kita dicuekin ga jelas, dijutekin, ya kali aja bang ibu sih ngiranya doi emang gamau ngebimbing.

Tiga hari ibu dibimbing sama residen super junior, hahaha. Tapi baik banget bang! Kaya angel.. Ibu berdoa mudah-mudahan beliau tetep humble, dimudahkan residensinya, ilmunya makin bertambah dan bermanfaat. Beliau orangnya menghargai banget. Gitu deh bang, Prof Hendro aja nih, yang udah keren banget, sangat menghargai koas ataupun residen. Baik banget. Ini ibu ga ngerti ada residen : cowok, nyepet-nyepet, kalo pengen sesuatu ga mau ngomong langsung, gamau ngerasa kalah. Bikin gemes banget.

Pesan ibu :
1. Jangan mempersulit orang.
2. Komunikasi efektif. Ga semua orang akan ngerti kalo abang cuma kasih kode.
3. Jangan lupa berdoa buat orang yang baik sama kita.
4. Jangan sombong karena abang lebih senior atau lebih punya banyak ilmu.
5. Hargai orang lain.
6. Jangan feodal bang! Itu cukup berlaku di jaman nenek kakek ibu aja. Sekarang senior-junior itu partner, yang akan saling membantu.
7. Minta tolonglah dengan bahasa yang santun, abang jangan bossy.

Pelajaran yang bisa ibu ambil, mengenal orang itu ga cukup satu dua hari. Ibu aja baru ngeh kalau mungkin chief yang suka nyepet itu sebenarnya produk-produk jaman dulu, yang dihajar dengan sistem yang feodal. Doi sebenarnya baik, ingin membimbing koas. Hanya memang tricky deh bang, untuk bisa approach setiap orang dengan berbagai karakter. Dan ibu baru ngeh di hari terakhir kalo harus aga sepik-sepik dulu kalo ketemu orang kaya gitu.

Memahami cara pendekatan ke masing-masing karakter itu sangat penting bang! Pada dasarnya setiap orang itu baik, cuma kita perlu tahu bagaimana cara mengeluarkan potensi kebaikannya itu. Gitu loh..

Mudah-mudahan cerita ini bermanfaat buat abang! 🙂

Lima Pesan

Ibu akan terus menulis agar kelak kamu bisa mendapatkan pelajaran. Mudah-mudahan ya nak!

Hari ini ibu menyadari beberapa hal penting.

1. Kita itu harus happy, jangan semua-semua diambil pusing. Kamu lah yang harus menciptakan kebahagiaanmu sendiri.

2. Teruslah belajar agar menjadi lebih baik lagi, akhlakmu dan juga imanmu.

3. Pelajari tentang manusiamu, pekalah, pahami tentang orang-orang di sekitarmu. Mengertilah mereka!

4. Dokumentasi! Nak catat baik-baik atau rekam dengan apapun medianya hal-hal penting dalam hidup. Karena insha Allah kelak dapat bermanfaat minimal untuk diri sendiri.

5. Belajarlah membuat ilustrasi ataupun presentasi. Berlatihlah menjelaskan dengan cara yang tepat untuk setiap sasaran. Kamu akan berkomunikasi dengan beragam orang. Bersyukur jika kamu mampu berkomunikasi dengan baik, mampu menyampaikan dengan baik, sehingga orang mampu mengerti.